Kamis, 21 Oktober 2010
PERILAKU ORGANISASI
MEMAHAMI ORGANISASI
Organisasi merupkan sekumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan. Artinya organisasi bukanlah kumpulan orang-orang hebat, kumpulan orang-orang kaya, atau kumpulan orang-orang cantik, melainkan sekumpulan orang yang mampu menciptakan kerja sama untuk mencapai tujuan.
Unsur-unsur organisasi :
1. sekumpulan orang ( dua orang atau lebih)
2. kerjasama
3. tujuan ( yang kelak menjadi tujuan bersama)
Suatu organisasi tidak akan terbentuk jika salah satu dari unsur-unsur diatas tidak terpenuhi. Hal ini disebabkan unsur-unsur diatas merupakan satu kesatuan yang utuh.
Misalnya :
plaza merupakan tempat sekumpulan orang yang bekerja sama, akan tetapi tujuanya adalah tujuan masing-masing. Sehingga plaza tidak dapat di kategorikan sebagai organisasi.
Apabila terdapat sekumpulan orang tidak melakukan kerjasama, walaupun tujuan dalah sama, maka tidak dapat di kategorikan sebagai organisasi.
Misalnya :
Seorang karyawan yang sedang dalam perjalanan bertemu dengan rekan sekerjanya.maka karyawan tersebut memberikan tumpangan agar bersama-sama menuju perjalanan pulang.
Ketika seseorang memasuki suatu organisasi membawa lengkap akan kekurangan dan kelebihanya masing-masing, maka menurud ilmu perilaku :
1. semakin tinggi tingkat kecerdasa (IQ), maka akan semakin sulit untuk beradaptasi. Hal ini di sebabkan cara berfikir yang terlalu tinggi dan menganggap orang lain itu bodoh.
2. semakin tinggi tingkat spritualisme (SQ), maka akan semakin sulit untuk menerima orang lain. Biasanya orang seperti ini menganggap orang lain dalah najis, hina dan merasa dirinya adalah manusia suci.
3. semakin tinggi tingkat penguasaan emosional (EQ), maka akan semakin mudah untuk bekerja sama. Orang yang bias menguasai emosinya akan mampu menerima keadaan orang lain, baik itu dari segi kekurangan orang lain, mengerti situasi atau perasaan orang lain.
PERILAKU
Apa itu perilaku?
Peilaku merupakan hasil timbale balik antara individu dan yang mempengaruhinya. Perilau dibagi dalam tiga bentuk, yaitu :
1. perilaku individu.
Merupakan hasil interaksi antara individu dengan lingkunganya. Sehingga untuk merubah individu yang harus dilakukan adalah merubah lingkunaganya. Lingkungan memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk perilaku seseorang.
2. perilaku kelompok.
Merupakan hasil interaksi antara individu dengan individu lain. Sehingga untuk merubah perilaku individu yang harus dilakukan adalah merubah kelompoknya.
Seorang ayah tidak perlu menggeledah isi tas anaknya. Yang perlu diperhatikan adalah siapa teman-temanya, bagaimana gaya teman-temanya. Gaya akan sangat dekat dengan perilaku. jika teman-temanya berparilaku dan gaya yang baik maka dapat diberi kepercayaan. Namun sebaliknya jika teman-temanya berperilaku dan gaya yang tidak baik, maka yang harus dilakukan adalah melarang anak tersebut berteman degan kelompoknya atau mencabutnya dari kelompoknya.
3. perilaku organisasi.
Merupakan hasil interaksi antara individu dengan individu lain dalam organisasinya. Sehingga untuk merubah peilaku indiovidu yang harus dilakukan adalah merubah organisasinya. Ketika seseorang tidak dapat dirubah oleh organisasi, maka sesunggujnya seseorang itu sudah gagal dalam organisasi tersebut.
Seseorang yang sudah menjadi seorang pendeta, maka haruslah sesuai dengan perilakunya seperti pendeta. Jika perilakunya tidak mencerminkan seorang pendeta, maka seseorang itu sudah gagal.
Atau seorang anak yang mengikuti organisasi kerohanian, namun perilaku anak tersebut tidak mampu dirubah oleh organisasi maka anak tersebut sudah gagal dalam organisasinya.
Bagaimana organisasi mempengaruhi individu dan bagaimana individu mempengaruhi organisasi?
1. organisasi mempengaruhi perilaku individu.
Organisasi memiliki sejumlah aturan-aturan,target, visi dan misi yang harus di taati oleh individu yang ada pada organisasi tersebut. Apabila individu tersebut tidak dapat sejalan dengan organisasi, maka individu tersebut akan merasa tidak cocok dan akan keluar mencari organisasi lain.
2. individu mempengaruhi organisasi.
Setiap individu memiliki kelebihan masing masing yang akan menumbuhkan power seseorang. Dengan power yang dimiliki seseorang maka seseorang dapat merubah organisasi. Power tersebut dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. power by position
merupakan kekuasaan yang diperoleh melalui struktur organisasi ( kekuasaan dalan posisi di tempat). Dengan adanya kekuasaan ini maka seseorang dapat membuat keputusan-keputusan yang mungkin dapat merubah oraganisasi. Akan tetapi kekuasaan ini tidak akan berlaku di tempat lain dan bersifat sementara.
Misalnya;
Rector merupakan pesisi tertinggi dalam struktur organisasi kampus. Maka seorang rector dapat merubah organisasi tersebut, namun hanya dalam kawasan kampus dan tidak berlaku di tempat lain dan ketika masa jabatanya habis, maka mantan rector tidak meiliki wewenang lagi untuk merubah organisasi.
b. power by personal.
Merupakan karisma, memiliki daya tarik terhadap organisasi atau kelompok. Charisma ini akan bersifat kekal. Biasanya orang seprti ini menarik sehingga menimbulkan kesan bagi orang lain.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar