Powered By Blogger

Selasa, 14 September 2010

PERILAKU ORGANISASI


DEFINISI PERILAKU ORGANISASI
 
Adalah suatu studi yang menyangkut asfek-asfek tingkah laku manusia dalam suatu organisasi, atau kelompok tertentu.
Studi tersebut mencakup pembahasan tentang aspek yang ditimbulkan dari pengaruh organisasi terhadap manusia yang bekerja di dalamnya; juga aspek yang ditimbulkan dari pengaruh manusia terhadap organisasi dimana mereka berada.
Tujuannya memperlancar upaya pencapaian tujuan organisasi.
 
PERILAKU ORGANISASI & PSIKOLOGI INDUSTRI
 
Keduanya berfokus pada penjelasan tentang perilaku manusia dalam organisasi
Psikologi Industri berangkat dari psikologi, sementara Perilaku Organisasi bersifat multidisiplin.
  Perbedaan pada basis keilmuan dan lingkup kajian

PERILAKU ORGANISASI & TEORI ORGANISASI
Perilaku organisasi mempelajari perilaku individu / kelompok dalam organisasi dan aplikasinya (analisis Mikro).
Teori organisasi mempelajari struktur, proses dan performansi organisasi (analisis Makro)
  Perbedaan : pada unit analisis dan objek kajian. 




PERILAKU ORGANISASI & MSDM
Perilaku organisasi dianggap lebih mendasar (teoritis; berdasar pada konsep)
Manajemen sumber daya manusia lebih terapan dengan fokus pada teknik pengelolaan sumber dayamanusia. 
Perbedaan : pendekatan yang digunakan
 
PENDEKATAN STUDI PERILAKU


1.Pendekatan COGNITIF : Edward Tolman
  Berdasarkan pemahaman seseorang terhadap informasi
2.Pendekatan BEHAVIORISTIC : I.P. Pavlov dan J.B. Watson
  Berdasarkan Response yang muncul apabila diberi stimulus tertentu
3.Pendekatan Social Learning : A. Bandura
  Berdasarkan penggabungan pendekatan Cognitif dan behavioristic

 
LINGKUP PERILAKU ORGANISASI

MODEL 3 LEVEL (S.P. ROBIN)
  Mempelajari perilaku manusia dalam organisasi melalui tiga tingkatan analisis.
1.Tingkatan Individu : karakteristik bawaan individu dalam organisasi.
2.Tingkatan Kelompok : dinamika perilaku kelompok dan faktor-faktor determinannya
Tingkatan Organisasi : faktor-faktor organizational yang mempengaruhi perilaku

PERSEPSI

  Adalah suatu proses dimana seseorang melakukan pemilihan, penerimaan, pengorganisasian, dan penginterpretasian atas informasi yang diterimanya dari lingkungan.
  Merupakan suatu proses kognitif yang dialami oleh setiap orang dalam memahami informasi tentang lingkungannya.


FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI

Karakteristik yang Mempersepsikan (Characteristics of the perceiver)
Karakteristik yang dipersepsikan (Characteristics of the perceived)
Kontek Situasi ( Situation Context) 
 
 
 KARAKTERISTIK PERCEIVER (ORANG)
 
Kebutuhan (Needs)
Pengalaman (Experience)
Norma-norma (Values)
Sikap (Attitudes)
Kepribadian (Personality)
 
 
 KONTEK SITUASI (SITUATION CONTEXT)
 
 
PHISICAL SETTING
  - Illusi
CULTURAL & SOCIAL SETTING
  - Norms
  - Taboos
ORGANIZATIONAL SETTING
  - Power distance
  - Empowerment
 
PROSES PEMILIHAN DATA PERSEPTUAL

FAKTOR EKSTERNAL :
  - Intensitas  - Pengulangan
  - Ukuran  - Gerakan
  - Kekontrasan  - Novelty / Familiarity
FAKTOR INTERNAL
  - Proses belajar
  - Motivasi
  - Kepribadian
 
PROSES PENGORGANISASIAN DATA PERSEPTUAL

Figure – Ground
Pengelompokan Perceptual :
  - Kesatuan (Closure)
  - Kesinambungan (Continuity)
  - Kedekatan (Proximity)
  - Kesamaan (Similarity)

DISTORSI DALAM PERSEPSI
 
Stereotip : menggeneralisasi persepsi atas dasar informasi umum.
Efek Halo : kecenderungan hanya menggunakan satu informasi saja untuk mempersepsikan sesuatu.
Seleksi : hanya memperhatikan informasi-informasi tertentu.
Proyeksi : menggunakan atribut pribadi (self concept) sebagai dasar persepsi.
Harapan : menggunakan harapan pribadi sebagai dasar persepsi

 PERSEPSI SOSIAL
 
Adalah persepsi seseorang terhadap orang lain.
Pola Persepsi Sosial :
  - Type A : Individual to Individual
  - Type B : Individual to Grouping
  - Type C : Grouping to Individual
  - Type D : Grouping to Grouping

ATRIBUSI
 
Merupakan elemen persepsi sosial
-Adalah suatu proses bagaimana seseorang mencari kejelasan sebab-akibat dari perilaku orang lain.
-Proses atribusi sangat menentukan perilaku

BIAS ATRIBUSI
 
Point of View : Kesalahan mempersepsikan perilaku orang lain karena perspektif yang digunakan keliru.
Effectiveness of The Behavior : Kesalahan mempersepsikan perilaku orang lain akibat salah mendefinisikan tujuan dari perilaku.
 
HUBUNGAN  ATRIBUSI - SIKAP

Proses Atribusi akan menentukan sikap (attitude)
Komponen Attitudes :
  COGNITIF  AFFECTIVE  BEHAVIOR
   Beliefs,    Favorable          Human
   knowledge    or unfavorable  Actions
   understanding  Feeling

IMPLIKASI PERSEPSI TERHADAP SIKAP KERJA 

Disiplin Kerja
  (Rules x Punishment) + (Norms x Knowledge) = Consistency
Kepuasan Kerja
  (Job x Reward) + (Knowledge x Bas.Needs x Expectation) = Equity
Komitmen pada perusahaan
  Promotion Mechanisms + Ach.Need = Fairness

PENANGANAN PERSEPSI

Mempertinggi tingkat mawas diri
Mengupayakan kelengkapan informasi
Empati
Menghindari segala macam distorsi
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar